Baik atau Yang Terbaik?

Bukan sebuah rasa akan kurangnya percaya diri dalam hati , tapi ternyata malah membuka pikiran dan hati kita.

Bahwa bermuamalah dengan orang yang lebih berilmu , membuat hati menjadi sadar akan kurangnya kadar ilmu dan ma’lumat dalam diri , dan juga kurangnya ubudiyah hati kepada Allah Yang Menciptakan langit dan bumi , dan pun mawas akan kurangnya mujahadah dan ikhtiar dalam menggapai ilmu dan cita cita nanti.
___

Ada banyak hal yang dirasa penting.
Dirasa berguna dan dirasa tampaknya harus ditimba.
Tapi sekali lagi , kadar manusia hanyalah bisa untuk merasa dan berusaha , bukan untuk mentukan apa apa yang terbaik untuknya.

Seperti apa yang Allah sampaikan dalam Al Qur’an :

(yang artinya) Engkau bisa saja membenci sesuatu akan tetapi hal itu adalah kebaikan untukmu , begitu juga engkau bisa saja mencintai sesuatu , akan tetapi hal itu adalah keburukan untukmu , Allah mengetahui sesuatu hal yang engkau tidak ketahui.

Semoga Allah memberikan kepada kita semua kebaikan kebaikan dalam hidup kita, yang ternyata, juga merupakan apa apa yang terbaik untuk hidup kita.

Bārakallah.

Merasa Hampa?

Teruntuk siapa siapa yang bergelimang harta dan kaya raya , akan tetapi tidak damai , tidak tenang dan tidak bahagia.

Teruntuk juga kepada siapa siapa yang terkenal , akan tetapi mereka sampai pada titik dimana mereka tidak mengenal siapa Tuhannya.

Dan juga teruntuk siapa siapa dan siapapun yang merasakan kehampaan dalam kehidupannya.

Ingatlah bahwa…

Dan ingatlah juga bahwa…

Ketika engkau mendekat kepadaNya 1 langkah , maka Ia akan mendekat kepadamu 10 langkah.

Ushikum wa nafsi bitaqwallahi wa tha’atih

Yang Diperbaharui ?

Alhamdulillah
Segala puji bagi Allah SWT yang telah menciptakan manusia dengan segala kesempurnaannya.
Dengan segala kekuranganya , dengan maksud dan tujuan yang sungguh sungguh mulia , yaitu agar kita selalu memohon pertolongan dan bantuan kepada Sang Pencipta.
Suatu ukhuwah , ataupun komunikasi vertikal yang lumrah dan wajar adanya apabila terjadi.
Dan akan menjadi tidak wajar dan tidak lumrah ketika seorang hamba merasa hebat dan sempurna , sehingga tidak meminta bantuan dan pertolongan kepada Sang Pencipta.
Na’udzubillah min dzalik

Kembali ke judul di atas.

Yang Diperbaharui ?
Apanya yang Diperbaharui ?

Terkadang manusia suka lupa dan lalai dengan tujuan hidup mereka dimuka bumi apa ,meskipun mereka mengetahui bahwa kehidupan setelah mati itu ada dan nyata , dan mereka juga sadar bahwa kehidupan dunia ini hanyalah fana dan sementara.

Mindest kita sebagai manusia haruslah memilik visi dan misi kemana kita akan berlabuh dan bagaimana cara kita akan sampai di dermaga pelabuhan.
Manusia harus punya tujuan , dan manusia harus berfikir bagaimana cara menggapai tujuan mereka.
Dan yang tidak kalah penting manusia harus punya rasa sabar untuk mengkombinasikan antara kedua hal tersebut , yaitu tujuan dan proses.

مَنْ جَدَّ وَجَدَ
Barang siapa bersungguh-sungguh, dapatlah ia.
مَنْ سَارَ عَلىَ الدَّرْبِ وَصَلَ
Barang siapa berjalan pada jalannya sampailah ia
مَنْ صَبَرَ ظَفِرَ
Barang siapa sabar beruntunglah ia.

Setelah kita mengetahui rumus bagaimana cara menggapai tujuan kita , lebih dahulu kita harus mengetahui tujuan kita ini sebenarnya apa sebagai manusia yang hidup dimuka bumi ini.
Apa menjadi pengusaha sukses ?
Apa menjadi seorang publik figur?
Ataukah menjadi seorang direktur perusahan besar ?
Atau mungkin menjadi seorang dosen di salah satu universitas terkemuka ?

Mari kita melihat apa yang Tuhan kita katakan tentang tujuan kita semua sebagai hambanya yang hidup di muka bumi ini.

Kalau sudah membahas ayat ayat diatas , tentu akan sangat panjang pembahasannya.
InsyaAllah dilain waktu saya akan membahas tentang , bagaimana hakikat sebenarnya ibadah dalam kehidupan sehari hari.

Kita kembali ke judul awal.

Yang Diperbaharui ?
Apanya yang Diperbaharui ?

Alhamdulillah , dari beberapa pengalaman dan pengamalan saya beberapa bulan terkahir , saya menemukan bahwa ada dalam diri saya ataupun diri kita yang harus selalu diperbaharui.

Yaitu keyakinan bahwa semua yang ada didunia ini fana dan sementara.
Keyakinan bahwa kehidupan setelah duni itu nyata , dan kekal abadi selamanya.

Dan yang terpenting keyakinan bahwa hidup kita didunia ini tidak lain dan tidak bukan hanya untuk menyembah dan mengabdikan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.


Photo by matin firouzabadi
Ayat Qur’an by tafsirq.com

Today

If you don’t win today , you won’t win tomorrow.
You have to win today , to win tomorrow.

Jadi , jangan pernah berfikir untuk menang esok hari.

Bukan berarti tidak boleh berfikir untuk sukses dimasa depan.
Tapi jika kita ‘jatuh’ hari ini , kita pun harus ‘bangkit’ hari itu. 
Jika kita ‘dosa’ hari ini , kita pun harus ‘taubat’ hari itu.
Dan segala ‘negatif’ hari ini , pun juga harus ‘positif’ hari itu.
Dengan segala kontradiksinya.

Menurut saya itu adalah makna kemenangan dari suatu kekalahan.
Dan jangan biarkan kemangan itu tertindih oleh yang namanya kekalahan.
Pastikan hidup kita mengalahkan kekalahan , dan memenangkan kemenangan.
Tentu dengan usaha yang kuat.

七転び八起き
(Nana korobi ya oki)
“Terjatuh 7 kali , bangkit 8 kali”

Semangat !

Widget
Back To Top
Komentar Terakhir
Daftar Isi
Beranda