Sumber penafsiran: tafsir bi al-ma’tsur & bi al-ra’yi

S

Tafsir bi al-Ma’tsur / Tafsir bi ar-Riwayah

Pengertian

Diambil dari kata atsar. Tafsir ini disandarkan kepada al-Qur’an dan Riwayat (Nabi, sahabat, tabi’in dsb).

Contoh Kitab Tafsir bi al-Ma’tsur

  • Jami’ al-Bayan fi tafsir al-Qur’an (Ibnu Jurair at-Thabari)
  • Ma’alim at-Tanzil (Abu Muhammad Husain al-Baghawi)
  • Tafsir al-Qur’an al-‘Adzhim / Tafsir Ibnu Katsir (Al-Hafiz Ibnu Katsir al-Dimasyqi)
  • Ad-Durr al-Mansur (Imam Jalaluddin as-Suyuthi)

Tafsir bi ar-Ra’yi / Tafsir bi ad-Dirayah / Tafsir bi al-Ijtihad / Tafsir bi al-Ma’qul / Tafsir bi al-Istinbath

Pengertian

Diambil dari kata ra’yu (logika). Menurut Muhammad Ali as-Shabuni pengarang kitab Tafsir fi ayat al-Ahkam kata ra’yu bermakna ijtihad. Tafsir ini disandarkan kepada ijtihad dan logika mufassir.

Pembagian Tafsir bi ar-Ra’yi

Tafsir bi ar-Ra’yi al-Mahmud

Maksudnya adalah ikhtiar untuk menemukan makna tafsir dari berbagai macam khazanah keilmuan. Sahabat dan tabi’in sering melakukan ini.

Diperbolehkan menafsirkan al-Qur’an dengan tafsir ini. Dilandasi oleh ayat ‘wa laqad yassarna al-qur’an lidzikri fa hal min muddakir’.

Syarat-syarat diterimanya tafsir ini adalah sebagai berikut:

  • Memiliki kutipan dari Rasul yang terjaga dari dhaif dan maudhu.
  • Berpegang pada pendapat sahabat yang bersifat mar’fu. Khusunya pada aspwek asbab an-nuzul.
  • Berpegang kepada kemutlakan bahasa.

Tafsir bi ar-Ra’yi Madzmum

Adalah tafsir yang dilandasi oleh hawa nafsu dan pendapat semata, bukan dengan khazanah keilmuan.

Menurut Musai’id Sulaiman at-Thayyar orang yang menggunakan tafsair ini sangat dikecam dan hukumnya adalah haram, karena dilakukan atas kefanatikan golongan tertentu dan mengesampingkan agama.

Dalil keharamannya adalah ‘wa la taqif ma laisa laka bihi ‘ilm inna as-sam’a wal basor wal fuada kullu ulaika kana mas’ula’.

Keududukan Tafsir bi ar-Ra’yi

Tafsir ini memiliki perang penting dalam menjelasakan ayat-ayat yang belum ditafsirkan. Dan juga menyuguhkan pemahaman-pemahaman baru yang menjadikan al-Qur’an tetap re;evan sepanjang masa.

Kelebihan Tafsir bi ar-Ra’yi

Melaksanakan perintah Allah Swt. yaitu berijtihad. Mendisiplinkan ilmu al-Qur’an dan mengadaptasikannya dengan dinamasin pada kehidupan masa kini.

Pandangan ulama terhadap Tafsir bi ar-Ra’yi

Ada yang setuju dan juga ada yang menolak. Perbedaan mereka hanya bersifat lafdzi bukan haqiqi. Tafsir bi ar-Ra’yi diperbolehkan apabila sesuai dengan kaidah. Sebaliknya, jika atidak sesuai dengan kaidah maka tidak diperbolehkan.

Contoh Kitab Tafsir bi ar-Ra’yi

  • Mafatih al-Ghaib / Tafsir al-Kabir (Muhammad Fakhruddin ar-Razi)
  • Tafsir Jalalain (Jalaluddin as-Suyuthi & Jalaluddin al-Mahalli)
  • Anwar at-Tanzil wa Asrar at-Ta’wil (Imam Baidhowi)
  • Ruh al-Ma’ani / Tafsir al-Alusi (Syihabuddin al-Alusi)
  • Gharib al-Qur’an wa Raghaib al-Furqan (Nizam al-Din al-Hasan Muhammad an-Naysabury)
  • Zad al-Masir fi ‘Ilmi at-Tafsir

Tambahkan komentar

Arsip

Ridwan

Kelahiran Denpasar, Bali. Anak bungsu dari 3 bersaudara.
Menyelesaikan pendidikannya sekaligus pengabdiannya di salah satu Lembaga Pendidikan di Indonesia pada tahun 2018.
Dan Qadarullah sekarang diberikan kesempatan untuk kembali belajar di jenjang perkuliahan.

Ikuti Saya