Motivasi atau Sistem?

M

Sudah menulis jadwal harian, tapi jarang dikerjakan? Sering menonton dan membaca motivasi tentang produktifitas hidup tapi masih aja sering rebahan? Pernah denger tentang The Compound Effect, gak?

The Compound Effect adalah sebuah konsep yang menyatakan bahwa, segala hal besar dalam hidup datang dari akumulasi hal-hal kecil yang dilakukan secara terus menerus. Realitanya, tidak ada hal besar dapat diwujudkan hanya dengan satu malam. Tidak ada kesuksesan yang terjadi begitu saja. Semuanya pasti melalui sebuah proses.

Ada hal yang menarik yang datang dari konsep ini. Yaitu sebuah jargon yang berbunyi “Sistem mengalahkan motivasi”.

Ternyata, yang membuat apa-apa yang kita inginkan tercapai, adalah sistem yang secara disiplin kita terapkan dalam hidup kita. Hal tersebut adalah pondasi utama dalam mencapai goal-goal yang ada dalam buku harian. Bukanlah motivasi-motivasi yang kita dengarkan. Motivasi itu mah sifatnya hanya sebagai bahan bakar sistem saja. Bahkan seringkali setelah mendengarkannya, selang beberapa menit kemudian, kita lupa apa isi motivasi tersebut. Hahaha. Saya pernah merasakan itu.

Tujuan dari motivasi itu kan membuat kita bergairah untuk menyusun sebuah sistem kehidupan. Lah, kalau setelah kita mendengarkan motivasi tapi kita ogah membuat sistem kehidupan dalam kehidupan kita. Percuma tak berguna dong jadinya. Boro-boro menginterpretasikan sistem tersebut dalam kehidupan kita. Wong nyusunnya aja males.

Eh, temen-temen ngerti kan apa itu sistem? Sederhananya, sistem itu adalah hal-hal yang akan kita terapkan dalam kehidupan kita secara konsisten. Walaupun pada realitanya tidak 100% konsisten. Setidaknya muncul perasaan bersalah ketika tidak melakukan apa yang sudah dijadwalkan. Perasaan bersalah ketika sistem tersebut tidak berjalan baik.

Terdiri dari apa saja sih komponen sistem tersebut? Mulai dari kegiatan yang menunjang dirimu untuk mencapai tujuan hidup sampai attitude yang ingin kamu pupuk dalam diri. Seperti meluangkan waktu satu jam dalam sehari untuk menulis. Dua jam untuk membaca. Satu jam untuk olahraga. Lima belas menit untuk menulis jurnal. Menabung 30.000 dalam sehari. Mudah tersenyum. Tidak terburu-buru. Melihat sesuatu dari banyak sisi. Dsb.

Nah oleh karena itu, banyak nih hal yang dapat kita ambil dalam konsep diatas. The Compound Effect. Setelah kita mengerti bahwasanya motivasi bukanlah bahan bakar utama kesuksesan. Melainkan sistem yang kita terapkan secara disiplin dalam kehidupan yang akan membuat kita sukses.

Maka coba dari sekarang, susun bagamana jadwal kehidupanmu. Bangun tidur kamu mau ngapain. Setelah jam 7 kamu mau kemana. Setelah jam 9 kamu mau belajar apa. Setelah sholat dzuhur mau makan dimana. Setelah sholat ashar mau olahraga apa. Sebelum tidur mau baca buku yang bagaimana. Dan yang terpenting, lakukan itu semua yaa.

Mudah mudahan kita semua termasuk orang-orang yang bisa menginterpretasikan kedisiplinan dalam dinamika kehidupan kita. Aamiin yaRabb.

Catatan: Kalimat paling penting dalam tulisan ini terdapat pada bagian akhir, paragraf sebelum terakhir.

Tambahkan komentar

Arsip

Ridwan

Kelahiran Denpasar, Bali. Anak bungsu dari 3 bersaudara.
Menyelesaikan pendidikannya sekaligus pengabdiannya di salah satu Lembaga Pendidikan di Indonesia pada tahun 2018.
Dan Qadarullah sekarang diberikan kesempatan untuk kembali belajar di jenjang perkuliahan.

Ikuti Saya