Mulai Darimana ?

Allah tidak berjanji kepada siapa siapa yang belajar selama 24 jam dalam sehari , akan diberikan keberkahan dalam ilmunya, walaupun memang tidak bisa dipungkiri, sangat jenius otaknya.

Allah tidak berjanji kepada siapa siapa yang giat dan semangat bekerja selama 24 jam sehari, akan tidak dijauhkan hartanya dari kemudhoratan dan penyia-nyiaan dalam penggunannya , atau mudahnya , Allah tidak berjanji untuk memberikan keberkahan dalam hartanya, walau memang sangatlah banyak hartanya.

Tapi Allah berjanji.

Allah berjanji kepada siapa siapa yang menegakkan sholat dalam kehidupannya , maka dia akan berjaya dalam segalanya.

Didalam islam terdapat konsep keberkahan, yang menurut saya konsep ini adalah salah satu konsep yang luar biasa indahnya untuk kita sebagai manusia dalam memaknai kehidupan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, berkah adalah karunia Tuhan yang membawa kebaikan dalam hidup manusia, keberkahan yaitu keberuntungan, dan kebahagiaan.

Dalam kamus Munawwir, bāraka artinya diberkahi dan memperoleh kenikmatan atau kebahagiaan,

Dalam tafsir Kemenag, makna kata bāraka dalam ayat ini yaitu keindahan.

Dan yang terkahir menurut Imam Ibnu Katsir kata bāraka artinya adalah bermanfaat bagi manusia.

Menurut saya, poin utama atau inti pembahasan tentang apa itu berkah ada pada poin terakhir, apa yang terlontar dari lisan Imam Ibnu Katsir,
yaitu bermanfaat bagi manusia.

Kemudian dalam paragraf lain saya mengatakan bahwa berjayalah dalam segala hal orang yang menegakkan shalat.

Dalam Al – Qur’an , Allah selalu berfirman untuk menegakkan shalat , bukan melakukan shalat atau menjalankan shalat.

(Al-A’raf : 170) وَالَّذِينَ يُمَسِّكُونَ بِالْكِتَابِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجْرَ الْمُصْلِحِينَ
(An-Nur : 56 ) وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
(Al Baqarah : 110)

  1. Dan orang-orang yang berpegang teguh dengan Al Kitab (Taurat) serta mendirikan shalat, (akan diberi pahala) karena sesungguhnya Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengadakan perbaikan.
  2. Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat.
  3. Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.

Dalam kamus besar bahasa indonesia
berdiri memiliki makna tegak bertumpu pada kaki (tidak duduk atau berbaring)

Kalau sepintas kita berfikir, tidak usah mendalam dan tidak usah terlalu jauh , kata menegakkan atau membangun itu sepengetahuan kita saja, yaitu terdiri dari beberapa proses yang memerlukan usaha dan tenaga.

Membangun rumah perlu proses , bertahap , mulai dari mengkonsep rumah, observasi kawasan dan lingkungan, membeli bahan bangunan, kemudian mulai membangun , yang tentu saja proses ini perlu usaha dan tenaga, tidak semena-mena dengan sim salabim , rumahnya langsung jadi dan langsung ada.

Maka sama halnya dengan sholat , butuh usaha dan tenaga untuk menegakkannya.

Entah dari hawa nafsu kita yang menghasut kita kepada keburukan , atau bisikan syaitan yang mejerumuskan kita kepada kesesatan, dsb.

Dan ketahuilah , jihad yang paling sulit itu adalah , jihad melawan hawa nafsu kita sendiri.

Semoga kita selalu menjadi hamba Allah Azza Wa Jalla yang bisa menegakkan shalat secara istiqomah dan khusyu Lillah Ta’ala.

Kalau kamu bingung, ingin merubah hidup menjadi lebih baik tapi tidak tau harus darimana.
Mulailah dengan memperbaiki shalatmu.

Waktu dan Fokus

  1. Demi Masa
  2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, Demi Masa
  3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Kunci memanfaatkan waktu dengan sebaik baiknya adalah dengan cara fokus
Fokus kepada apa yang kita kerjakan , kepada apa yang kita usahakan dan kepada apa yang kita harapkan

Fokus , tanpa gangguan sedikitpun dan tanpa interupsi sama sekali
Itu kuncinya

Tapi sayangnya, ternyata memang sebuah keniscayaan bahwasanya banyak dari kita yang belum sadar akan pentingnya waktu.

Terlihat dari bagaimana Allah sering sekali mengatakan dalam firmanNya

( Hud : 17 ) وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ
( Al – Baqarah : 243 ) وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ
( Az – Zukhruff : 78 ) وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَكُمْ لِلْحَقِّ كَارِهُون
( Yunus : 92 ) وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ عَنْ آيَاتِنَا لَغَافِلُونَ

  1. Akan tetapi, kebanyakan manusia tidaklah beriman
  2. Akan tetapi, kebanyakan manusia tidaklah bersyukur
  3. Akan tetapi, kebanyakan darimu membenci (tidak menyukai) kebenaran
  4. Dan sesungguhnya, kebanyakan dari manusia lalai dari tanda tandaKu

Dan masih banyak ayat ayat lainnya yang mengatakan bahwa, kebanyakan manusia memang berada dalam keadaan yang buruk dan lalai.

Masalah besar yang kita hadapi saat ini adalah, belum sadarnya diri kita bahwasanya selama ini kita menyia-nyiakan waktu kita dengan hal sia sia, mengisi waktu kosong kita, yang ternyata juga kita isi dengan ‘kekosongan’.

Selalu fokus dalam setiap apa yang kita kerjakan menjadi salah satu ikhtiar dan tanda bahwa kita selalu berusaha memanfaatkan waktu dengan sebaik baiknya, yang tentu saja apa apa yang kita lakukan juga harus menjadi pekerjaan yang baik dimata Allah Ta’ala.

Percuma fokus, akan tetapi malah fokus kepada hal yang sia sia dan tidak memberikan manfaat juga kebaikan kepada jiwa dan raga

Semoga kita selalu bisa fokus dan memanfaatkan waktu dengan sebaik baiknya, tentunya juga untuk tidak dan jangan lupa, selalu meminta pertolongan dan kekuatan dari Allah ‘Azza Wa Jalla