Baik atau Yang Terbaik?

Bukan sebuah rasa akan kurangnya percaya diri dalam hati , tapi ternyata malah membuka pikiran dan hati kita.

Bahwa bermuamalah dengan orang yang lebih berilmu , membuat hati menjadi sadar akan kurangnya kadar ilmu dan ma’lumat dalam diri , dan juga kurangnya ubudiyah hati kepada Allah Yang Menciptakan langit dan bumi , dan pun mawas akan kurangnya mujahadah dan ikhtiar dalam menggapai ilmu dan cita cita nanti.
___

Ada banyak hal yang dirasa penting.
Dirasa berguna dan dirasa tampaknya harus ditimba.
Tapi sekali lagi , kadar manusia hanyalah bisa untuk merasa dan berusaha , bukan untuk mentukan apa apa yang terbaik untuknya.

Seperti apa yang Allah sampaikan dalam Al Qur’an :

(yang artinya) Engkau bisa saja membenci sesuatu akan tetapi hal itu adalah kebaikan untukmu , begitu juga engkau bisa saja mencintai sesuatu , akan tetapi hal itu adalah keburukan untukmu , Allah mengetahui sesuatu hal yang engkau tidak ketahui.

Semoga Allah memberikan kepada kita semua kebaikan kebaikan dalam hidup kita, yang ternyata, juga merupakan apa apa yang terbaik untuk hidup kita.

Bārakallah.

Published by Muhammad Ridwan

Kelahiran Denpasar, Bali 21 Januari 1998 , anak bungsu dari 3 bersaudara. Menyelesaikan pendidikannya sekaligus pengabdiannya di salah satu Lembaga Pendidikan di Indonesia pada tahun 2018. Dan Qadarullah sekarang diberikan kesempatan untuk kembali belajar di jenjang perkuliahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Widget
Back To Top
Komentar Terakhir
Daftar Isi
Beranda
%d blogger menyukai ini: