Teman Lama



  • Ketika melihat teman lama kita lebih buruk dari kita , maka genggam erat tangannya , kemudian rangkulah pundaknya , ajaklah dia menuju kebaikan bersama-sama.
  • Ketika melihat teman lama kita lebih baik dari kita, tersenyumlah, dan berbahagialah , karna kembali lagi ke petikan pertama.
    Jangan khawatir , dan jangan pula ragu.

Sekarang bukan saatnya lagi merasa lebih baik dari yang lain , sehingga kau tinggalkan siapa siapa teman lamamu.
Sekarang bukan saatnya lagi minder dengan apa apa yang ada pada dirimu , walaupun jauh tidak lebih baik dari apa apa miliknya, milik si teman lamamu itu.

Selama ia, si teman lamamu itu masih percaya bahwa Allah itu ada.
Masih percaya bahwa Allah itu Esa.
Masih percaya bahwa Allah menyayangi hamba hambaNya yang menjalankan perintahNya, dan menjauhi larangannya.

Tetaplah berbahagia.
Karna kau sebentar lagi akan dirangkul olehnya.
Atau mungkin kau yang akan merangkulnya?
Entahlah , menolong dan ditolong sama nikmatnya.

Wahai sahabat sahabatku.

Sekarang sudah bukan zamannya lagi memendam amarah,
Dendam
Kebencian.
Ketidaksukaan
Pun ketidaksudian masa lalu.

Karna perasaan perasaan tersebut adalah apa yang kita sebut dengan sebuah ‘gesekan’ , yang datang dari sebuah ‘pergerakan’ .
Dengan tujuan mulia, mencari bekal untuk kebaikan dimasa depan.

Maafkan diriku ini.
Tak sampai maksud hati untuk menasehati.
Jikalau berkenan, bolehlah diamalkan
Jikalau tak berkenan, silahkan tinggalkan.

Salam hangat.
Salam rindu.
Semoga nanti kita berjumpa kembali
Semoga nanti kita bertemu lagi.


Photo by Nick Abrams on Unsplash
Music by : Ipang – Sahabat Kecil ( Ost. Laskar Pelangi )

Published by Muhammad Ridwan

Kelahiran Denpasar, Bali 21 Januari 1998 , anak bungsu dari 3 bersaudara. Menyelesaikan pendidikannya sekaligus pengabdiannya di salah satu Lembaga Pendidikan di Indonesia pada tahun 2018. Dan Qadarullah sekarang diberikan kesempatan untuk kembali belajar di jenjang perkuliahan.

5 comments on “Teman Lama”

  1. Tutur bahasanya unik mas Ridwan. Iya kawan sejati itu yang saling support, saling dukung dan saling bantu satu sama lain. Tapi kayaknya di jaman sekarang, orang yang dikenal meskipun baru 1 kali ketemu, sudah dianggap teman. Hahaha

  2. Amin kak ridwan,, semoga kita semua selalu mengingatkan dalam kebaikan kepada sesama teman bahkan sahabat, agar kelak nanti suatu saat kita akan membutuhkan lagi teman.. Puitis banget bahasanya kak, bagus nih tulisannya bikin terharu

  3. Jika pertemanan seperti puisi diatas, tentu sangat indah.
    Jika pertemanan seperti iklan di Tv, tentu lebih meriah.
    Tapi kenyataan pertemanan terkadang seperti mengunyah permen karet..
    Habis manis, sepah dibuang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.